Itu namanya,
putri dari bunga putih...
Aamiin, jika Kau berikan amanah itu.
Sebuah blog yang isinya sharing tentang gimana jadi seorang ibu rumah tangga yang baik. Pinter ngurus suami dan anak2, dandanin rumah plus diri sendiri :-D juga gimana mengatur seabreg kerjaan rumah tangga yang sebenarnya ga pernah selesai2. And of course, gimana jadi hamba Allah yang baik sebagaimana pemahaman Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam dan para sahabat.
Tampilkan postingan dengan label mY sT0ry. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mY sT0ry. Tampilkan semua postingan
Rabu, April 15, 2009
Kamis, April 02, 2009
Chinesse and Malay Baby: cucu aPo Kita Semua (cucu PKS)

Hihihi...judul yang cukup aneh.
Ini hasil silaturahim ke rumah Ibrahim, buah hati akh Shobrun dan kak Li. Lucu dan menggemaskan. Soalnya kombinasi etnis Tionghoa dari umminya dan Melayu dari abinya.
Yang jelas, saya datang ngeliat Iib, panggilan Ibrahim karena Apo alias neneknya Iib sms cerita kalo Iib udah bisa 'merayu' Apo dengan nada tertentu...kikikikkk, Iib...Iib...

Sampe Ibrahim bobo, saya masih di rumah Apo (panggilan nenek dalam bahasa Cina). Aponya Iib adalah seorang wanita yang saya anggap ibu saya juga. Kalo anak-anak kampus manggilnya Tante. Yang baru kenal aja manggilnya Ibu. Tapi kalo via sms saya manggilnya Bunda. Sekalian aja deh saya mau ngucap: Na sayang Bunda...Makasi ya Bunda uda mau jadi ibu ketiga buat Na selama ini...hiks...(terharu juga niy)
Mau liat poto lucu Iib yang laen? Liat aja....

Ni poto Iib abis dicebo'in ma Apo. Ternyata kalo anak bayi sekalipun uda dimandiin dan harus berinteraksi dengan air misal abis pipis ato BAB, kudu dilepas semua bajunya karena bisa basah semua. Lucu bener ngeliat anak kecil maen aer...Lutu pisan, ih...(be te we, poto Iib dimandiin gada karena kutau hasilnya pasti ga terang bener)

Nah, ini poto Iib klo Aponya bilang 'gimane kalo adzan? Allahu akbar..Allahu akbar...' Spontan Iib langsung megang kepalanya dengan dua tangan, kaya gitu tuh di poto. Subhanallah, sekecil itu, 1 tahun 2 bulan, Iib uda punya acara favorit di TV: adzan magrib. Saya lihat sendiri Iib sangat konsentrasi dengan TV saat Apo memutar channel TV yang menayangkan adzan. Tapi, Iib hanya suka tayangan adzan yang banyak orangnya, yang gambar bergerak, gak suka yang cuma gambar masjid doang. Apalagi kalo ada muadzin yang adzan dengan mengangkat tangannya. Taraaaaaa KTV dapat Iib Award untuk tontonan adzan paling disukai. Heee...

Nih poto Iib habis dipakein baju ma Apo, trus ketemu bola jadi maen-maen...sambil ketawa-tiwi dengan Amma Nana...

Iib...Iib...tau aja kalo dipoto...
Ga tau juga niy koq bayi dan anak zaman sekarang fotogenik sih? Tau aja kalo dipoto...Termasuk the next pic below...

Ngeliat poto yang ini kaya ngeliat pamannya Iib: HRDP, SE. Ya ga sih....

Waktu mau ambil gambar yang ini, Apo bilang: 'Koq ngambil gambarnye pas Iib gigit kaki. Kan jelek...' Tapi saya tetap jeprat jepret...

Kalo ngeliat gambar ini jadi ingat Azka di blog Bunda Azka. Bayi emang ada umur-umurnya gigit kakinya sendiri ya...Syukur gigi sendiri, coba kaki Apo atau kaki kucing...Hiii, langsung diare kali...kikikikkkk
Demikian hasil reportase saya dari BTN Telok Mulus M15 kediaman Ibrahim dan keluarga: Datok, Apo, Ummi, Abi dan Paman. Semoga saya bisa segera memposting buah hati saya sendiri...artinya saya segera menikah dan segera pula dikarunai momongan...Aamiin.^_^
Rabu, April 01, 2009
Persahabatan Itu Manis

Saya masih ingat, dia datang akhir 2007 dengan nama 'semrawut'. Komentar-komentarnya di chatbox blog saya sangat asal tapi saya jadi ikut-ikutan kasi komentar di blognya yang sekarang gada lagi (yang baru saya juga yang buat, tapi entahlah nasibnya kini).
Sejak saat itu kami berteman dan copy darat pada bulan Februari 2008 di tanah ibukota, Jakarta, tempat ia berdomisili. Dia juga menemani saya ke rumah Eyang Harini Bambang Widodo, seorang pemerhati dan pengelola di bidang persampahan. Habis magrib kami makan malam bertiga dengan seorang teman lain, blogger juga dalam acara copy darat.
Saya juga tidak menyangka, pertemanan kami berlanjut hingga kini. Telah setahun lebih dan itupun berlangsung via sms atau telpon diwaktu yang tidak teratur. Paketnya yang berisi buku Fulfilling Life-nya Parlindungan Marpaung, CD Gaza Under Attack, Pin 'I Love Al Quran', kalender meja Toyota notabene bengkel tempat ia bekerja dan secarik surat narsis, gayanya banget. Dek Wibi, biasa ia saya sapa...
Dia menyebut dirinya Raden Mas Adi Wibowo dalam suratnya....hoekkk...langsung ku sms dia setelah menerima paket siang tadi, menyatakan aku mual membacanya. Perhatian! Itu bukan nama aslinya. Hanya dua nama terakhir, sodara-sodara! Dek Wibi dan saya memang senang ngocol bareng, narsis satu sama lain dan alhamdulillah kami bisa menjaganya agar tetap dalam koridor syar'i.
Latar belakangnya yang anak murid pengajian Habib Rizieq sedikit banyak menyumbang hal tersebut. Selain narsis satu sama lain, kami juga saling mengingatkan tentang banyak hal terutama agama. Berbagi ilmu, begitulah.
Tapi satu PR untuk Dek Wibi: 'Hey, Dek, partai pilihanmu 8 juga dunk! Heeee.....'
Senin, Maret 09, 2009
Jangan Pernah Lelah Berharap (1)

Suatu ketika, ada seorang gadis kecil, berkuncir rapi, ia mengenakan gaun putih bergaris warna emas. Riang gembira ia masuki sebuah pasar rakyat. Dalam genggamannya ada dua keping receh 500 rupiah. Temannya menyampaikan ada permen loli yang sangat manis dalam pasar itu. Ramai. Sungguh, untuk melihat penjual saja ia tidak bisa. Bagaimana mungkin ia temukan seorang bapak tua yang menjual permen itu?
Gadis kecil itu terus berjalan. Ia sudah bayangkan betapa manis loli itu. Warnanya seperti pelangi. Cantik. Tapi juga enak. Dengan 1 batang berharga 1000 rupiah, ia dapat membelinya. Telah terbayang bagaimana ia akan menikmati permen loli si bapak tua.
Ia berjalan semakin cepat. Ia ingin dapatkan loli itu. Ia takut kehabisan loli berwarna-warni itu. Dalam pasar yang berdesak-desakan itu, ia coba terobos orang-orang dewasa yang tubuhnya jauh lebih besar. Dan ia terjatuh...recehnya terlepas dari genggaman tangan kanannya...
"Cring...cring...," 2 keping 500 rupiah milik gadis kecil terpental tak tahu kemana.
Gadis berkuncir kuda itu bingung. Ia diam sesaat. Bagaimana mungkin mencari 2 keping yang tak seberapa besar itu di tengah hiruk pikuk pasar yang amat ramai seperti isekarang ini ? Begitu batinnya bicara.
Gadis kecil mulai sadar ia menghalangi banyak orang yang lalu lalang karena ia tepat di tengah jalan pasar. Perlahan ia berjalan menepi. Matanya mulai basah. Buliran kristal bening menyelimuti pelupuk matanya yang mungil.
"Tuhan, aku hanya ingin permen loli. Tak bolehkah aku makan permen loli?", gadis kecil itu bicara sendiri sambil menyandar lemah di pintu kios pasar yang tertutup. Pelan ia terduduk lemas. Ia tangkupkan tangan di wajahnya. Menangis.
Dapatkah gadis kecil bergaun putih bergaris emas itu menemui bapak tua penjual permen loli dengan tangan hampa?
Sampai kapan ia akan menangis?
Adakah seseorang yang bersedia menolong gadis kecil itu?
Bersambung ke tulisan selanjutnya.....
Langganan:
Postingan (Atom)