Tampilkan postingan dengan label mY n0t3. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mY n0t3. Tampilkan semua postingan

Senin, Juli 19, 2010

Daging Panggang vs Hati




Hati itu bak sepotong daging panggang
ditusuk pada sebatang kayu
dibolak-balik agar panasnya meresap ke daging
supaya dagingnya matang
begitu terus
bolak balik
balik bolak

Seperti itu gambaran sederhana hati

Daging itu
Kala panas karna ia lebih dekat pada api
Kala agak dingin karna ia mengarah ke langit

Ya Tuhan, Sang Pembolak Balik hati
jika hati ini memang harus berada dekat api yang panas
kumohon ia tidak sampai memanasi orang yang di dekatnya
menerima episode panas dengan sabar hingga
episode selanjutnya datang
episode dingin...
menghadap langit.




Senin, Januari 11, 2010

Democracy is ...

Once a time ago, a friend of mine called me and asked one time to interviewed me, bout democracy. She said it was for paper job in class. She studies in STAIN (Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri) Pontianak. And whaddaya thin' bout democracy? If u ask me,I answer that democracy is ...

demokrasi adalah sebuah sistem politik yang dibuat oleh manusia. Oleh karenanya, tidak heran jika banyak kericuhan yang terjadi dalam pelaksanaan sistem demokrasi tersebut, karena sistem itu tidak dibuat oleh Allah subhanahu wa ta’ala. Sistem demokrasi yang dijalankan di Indonesia yang mayoritas rakyatnya adalah muslim, merupakan pil pahit yang harus ditelan umat.

Seharusnya jumlah yang mayoritas itu menjadi kekuatan dalam Negara untuk memberikan kebebasan bagi rakyat yang mayoritas itu menjalankan sistem dalam agamanya. Tapi memang situasi umat Islam di Indonesia pun belumlah ideal untuk menerima penerapan Islam sebagai aturan dalam hidupnya, baik dalam dimensi hukum, sosial, ekonomi dan lain sebagainya. Ini menjadi PR (baca: pekerjaan rumah) bagi para pendakwah Islam untuk membuka mata dan hati umat Islam selebar mungkin bahwa sistem terbaik untuk diterapkan dalam kehidupan adalah sistem Islam.

Jika ada yang meragukan apakah sistem Islam dapat menjadi solusi atas permasalahan hidup manusia, maka yang bertanya itu sebaiknya banyak membaca sirah nabawiyah dan sirah shahabiyah dimana banyak kejadian menakjubkan dalam pengaturan Negara yang memungkinkan rakyat dapat hidup lebih sejahtera, aman dan damai dengan menerapkan Islam sebagai sistem dalam Negara mereka.


Alrite then, how bout ya?

Selasa, Desember 22, 2009

Mau Belajar Sabar?

Kehidupan ini pada dasarnya enjoy2 aja, indah2 aja maksudnya, asal kita mau nikmatin segala sesuatunya. Kalo uda urusan yang enak2, maka perkara nikmatin gak ada masalah. Tapi gimana kalo yang harus kita nikmati itu adalah yang pahit bahkan sangat pahit? Aku yakin semua pernah merasakannya, makanya

aku ingin berbagi sedikit. Aku juga pastinya pernah dan kali ini sedang menelan pil pahit. Paling penting yang harus kalian tahu, aku sedang mencoba menikmatinya. At least, mau atau gak mau aku nikmati, pil pahit itu sudah ada di kerongkonganku. Pahit banget. Kalo dirunut-runut, gak sesuai banget dengan apa yang kuharapkan dan gak pernah kubayangkan akan jadi se-men-jelimet begini (nah, jangan bingung dengan istilah barusan, btw bisa ngerti dunk?).

Yea, mau gak mau dinikmati aja. Uda ada di kerongkongan, mau diapain lagi. Eh, ini dalam artian pil pahit kehidupan lo ya. Karna aku bisa dibilang semi anti obat kimia (jie, yang dokter jangan marah) jadi aku gak lagi bicara pil-pil antibiotik. Yeaaa, nikmati aja kan...uda terjadi juga...

Nah, belajar sabar itu saya dapatkan dari program Ya Rabbana tadi pagi pas saya siaran. Ada 3 tips dari seorang pendengar yang saya rasa cukup mewakili sebuah jawaban untuk pertanyaan yang ditanyakan hampir semua orang: gimana caranya belajar sabar?

1. Jangan marah, whatever happen
2. Hindari emosi
3. Segera istighfar saat menghadapi masalah

Selamat mencoba ;-) Gutlak! Sukses gak sukses cerita2 ya.

Senin, Desember 14, 2009

Nulis Itu Emang Ada Musimnya....(???)

Bener ga judul di atas?
Bener ga bener...yang jelas, selesailah tugas menulis saya hari ini...saya sudah menulis. =)

Makase buat Riza yang uda sumbang judul untuk posting hari ini.

Rabu, Desember 09, 2009

Sekali Lagi: Menulislah dan Bagi Kekuatan Itu

Buku Mba Asma Nadia uda selese kubaca lebih dari sebulan lalu,tapi pesan yang selalu mengiang dan kurasa sangat punya ruh alias berjiwa. Bahwa apapun yang kita tulis bukanlah sia-sia karena bisa jadi ia menjadi penunjuk jalan bagi mereka yang berada di simpang jalan yang sama. Harus berbuat apa? Bagaimana yang terbaik? Dll...Mba Asma sangat betul, ayo kita tulis apa yang kita rasakan, bisa jadi itu sangat berguna buat yang lain. Ugh, Mba Asma, makasih ya uda kasi motivasi itu...saking aku merasakan ruh dari kalimat itu di buku Catatan Hati Seorang Istri, aku jadi mau nulis banyak hal, banyak sekali...sampai-sampai akubingung harus memulai darimana. Yang jelas, jazakillah khairan katsiraa buat Mba Asma.

Jumat, September 25, 2009

Aku Ingin Hidup Dalam Detik Itu

Aku tak tahu mengapa
detik yang baru saja berlalu seperti
detik kematian seorang manusia
Manakala kubuka kembali lembaran
detik itu
detik tanpa nafas
walau helaan masih terasa di telunjuk yang
dibaringkan


Detik yang berlalu
tapi aku, kau dan kita semua telah mati
karena ketiadaan manfaat detik itu
Detik itu lonceng matinya hakikat kita
sebagai manusia berakal.

Rabu, Juni 17, 2009

Adalah Waktu


Adalah waktu
Adalah waktu yang memiliki bibir
Adalah waktu yang punya hak bicara
Adalah waktu yang kan ungkap segala
Adalah waktu yang membujuk 'tuk sabar
Adalah waktu yang berbisik "husnudzon padaNya"

Adalah waktu
Adalah waktu yang tak ku tahu kapan datangnya
Adalah waktu...

Ya...adalah waktu

Jumat, Mei 15, 2009

Babak Baru Itu Telah Dimulai

Adalah sebuah pertanda dariNya tentang masa depan kami berdua
Namun ia maya hingga tak dapat disentuh dengan logika
Barulah kutemukan jawabannya kemarin: 13 Mei 2009
Hari keempat setelah ijab kabul itu diucap
Kamar Yakud di Villa Bukit Emas Singkawang menjadi saksinya
Bersama alam hijau, dan cahaya mentari pagi jam tujuh
Juga nasgor pataya dan secangkir teh hangat
Ditemani Bukan Cinta Biasa dari N70 juga K350i menembang :
Tak Bisa Pindah Ke Lain Hati: Bulan merah jambu…luruh di kotamu…….

Saksi bisu itu bernama Pantai Pasir Panjang dan pasir dan batu
Dan ombak yang sapa kaki kami berdua
Remah roti, biskuit dan botol air yang menatap tawa lepas saling berolok
5 huruf: INDAH



Juga saksinya lampu raksasa sore yang ditelan awan abu-abu, mau hujan
Jalanan Kota Amoy di kala senja beserta aktivitasnya
17.40 WIB jam tanganku: langsung ke masjid atau pulang dulu ke hotel
Revo biru pun antarkan ke Masjid Naqsabandy, Jalan A Yani, Singkawang
Mengisi perut di tempat makan siang tadi: Nasi Etek Cabang Pontianak
Pelayannya katakan retorik: ‘Baru kawin ye, Bang?’
Lantas ia tersenyum lebar, sangat lebar…apa maksudnya?

Sengaja aku cuplik kebersamaan di pekan pertama pernikahan
Kalau kau bertanya apa aku bahagia: Amat sangat.
Kalau kau bertanya kenapa: Separuh dien telah kudapatkan.
Kehidupan kami telah berubah atas status yang berganti
Ada hak ada kewajiban yang harus ditunai
Ada kelebihan ada kekurangan yang harus dimengerti
Ada sifat baik ada sifat buruk yang harus dipahami bahwa:
DIA YANG DINIKAHI BUKANLAH MALAIKAT, SEMPURNA

Terima kasih untuk Bapak Arif Joni Prasetyo yang sampaikan
Khutbah nikah tentang Syukur dan Sabar pasca akad
Untuk segala episode hidup, bukan hanya pesan klasik buat pengantin baru
Hatta pada semua hadirin tamu undangan 10 Mei 2009, Ahad lalu itu
Syukur atas semua nikmat dan anugerah yang diberikanNya
Sabar atas apapun yang kiranya di luar keinginan

Wahai pangeran yang telah menghalalkan farajku dengan janji suci,
ajari aku untuk bersyukur dan bersabar
Karena episode hidup bernama pernikahan ini akan kita lalui hingga nanti
Hingga mati.

NB: Esensi hidupnya kita di dunia adalah untuk beribadah pada Allah, maka ini adalah nasihat untuk diri pribadi, suami tercinta dan semua yang membaca bahwa pernikahan pun harusnya mengantarkan kita untuk lebih dekat padaNya. Pernikahan adalah sarana untuk beribadah padaNya.

Senin, April 20, 2009

Tilawah On Air: Alhamdulillah, Banyak Pendengar Yang Dapat Pencerahan...

Hari ini adalah hari yang harus saya catat dalam usia hidup saya:
Senin, 24 Rabiul Tsani 1430 H/ 20 April 2009
pukul 15.30-16.30 WIB
banyak pendengar yang gabung dan bertestimoni dapet pencerahan dalam
program Tilawah On Air
'Berinteraksi dengan Kalamullah melalui Tahsinul Quran'


Ya Allah, terima kasih
karena banyak yang tercerahkan dengan adanya program itu...
Alhamdulillah, segala puji hanya bagiMu...
Rabbi, saksikan saya sangat bahagiaaaaaa...
curhat Sabtu lalu tak hanya letupan emosi semata,
saya yakin akan lebih banyak orang lagi yang tersadarkan untuk menggunakan tajwid,
lebih banyak lagi yang sadar bahwa tilawah itu wajib dengan tajwid, dan...saya pun yakin akan lebih banyak orang yang menggunakan mushaf Utsmani, mushaf Qur'an yang sesuai dengan apa yang diwariskan oleh Rasulullah tercinta.


Subhanallah, betapa kesabaran itu memang harus ada setiap saat.
Siang tadi saya sempat pusing dan mual...mungkin karena posisi duduk yang kurang nyaman. Sambil mendengarkan 'presentasi' seorang tamu yang saya dan kami, pihak radio dakwah, sangat hormati. Beliau sampaikan apa yang menjadi curhat saya Sabtu lalu: Al-Qur'an 'palsu'.

Hohoho...ternyata begitulah salah satu jalur penyebaran Al-Qur'an tidak orisinil di Indonesia. Pertanyaan beliau sangat mengindikasikan hal tersebut:
'Adik tahu atau tidak Al-Qur'an Standar?'

Ehm...ehm...ehm... kata bapak itu, jawabannya adalah Al-Qur'an sesuai standar Menteri Agama RI. Katanya kalo diluar negeri, standarnya beda lagi sesuai negara masing-masing. Trus bapak itu cerita juga kalo sampe ada 13 versi Al-Qur'an yang ada di Indonesia...Hallloouuwwww: gitu aja koq repot, Rasulullah ninggalin satu versi aja gitu lho. Gak usah dibuat ribet dan gak perlu repot buat yang lain-lain. Tinggal dipelajari aja.

Be patient, Nana....
Yea, jadi teringat dengan perkataan Ustadz saya:
Ustadz Fajri Daeng Tsalatsa, Hafidzohullah rahimahullah
Ustadz Fakhrurrozi Naksi, Lc. rahimahullah
'Akhi, Ukhtiy, istiqomahlah dalam dakwah Qur'an...perjalanan masih sangat panjang'

Dulu saya berpikir panjang, apa maksudnya dakwah Qur'an? Kenapa perjalanan masih panjang? Ternyata...Subhanallah...ana baru dapet jawabannya baru-baru ini, Ustadz. Padahal Ustadz telah menyampaikan pada saya 2-3 tahun yang lalu...

Ya, Dakwah Qur'an masih panjang....
dan saya adalah bagian dari mujahid di barisan itu...
Semoga, insya Allah. Aamiin.

Kamis, April 16, 2009

Curhat Saya: Al-Qur'an 'Palsu' Di Sekitar Kita


Sekarang ini banyak beredar kitab suci Al-Qur'an tapi gak orisinil.
Saya saat kecil sudah dikenalkan dengannya.
Dan saya yakin anda juga demikian.
Awalnya saya juga gak begitu yakin bahwa Al-Qur'an yang digunakan hampir semua umat Islam di Indonesia adalah kitab yang tidak asli.
Saya dapat ilmunya gak lebih dari 2 tahun yang lalu, kurang lebih.
Tapi saya baru paham sekarang, ternyata benar:
ADA BANYAK BEREDAR AL-QUR'AN TIDAK ORISINIL DI SEKITAR KITA, BAHKAN KITA PUN MENGGUNAKANNYA.

Bagaimana hukumnya?

Panjang kalo dijelasin via tulisan ini.
Mungkin postingan ini hanya jadi curhat saya betapa umat Islam, yah termasuk saya sendiri, kurang mampunya berinteraksi dengan sebenar-benarnya syariat, apalagi mengamalkannya secara kontinyu.

Pernah wacana tentang Al-Qur'an 'palsu' ini disampaikan ke komunitas penggiat dakwah dan rajin belajar ilmu agama. Tapi responnya kurang baik. Malahan yang menyampaikan wacana balik diceramahi:

'Umat Islam sekarang aja yang kondisinya jauh dari Qur'an, udah syukur kalo mau deket Qur'an. Kalo sekarang yang beginian disampaikan ke mereka, aduh, jangan-jangan mereka malah bingung. Trus....'


Intinya: khawatir kalo wacana begini disebarluaskan, yang ada bakal terjadi penolakan bahkan dari umat Islam sendiri. Hummm...saya ikutan bingung jadinya.

Ada juga kalangan yang ketat banget plus selektif tentang hadits shahih, maudhu dst. Tapi jujur saya gak pernah denger, at all, kalo mereka pernah angkat masalah Al-Qur'an dari sanad yang tidak shahih seperti yang tersebar selama ini, entah sudah berapa lama. Apa saya yang ketebalan daun kuping sehingga gak pernah masalah ini dibahas.

Mungkin hal pertama yang saya cek adalah: jenis Al-Qur'an apa ya yang mereka gunakan. Kalo bukan Utsmani, humm....

Yang ada di sore ini saya makin gerah aja niy...saya gerah sama banyak muslim yang gak perhatian soal nimba ilmu, refresh ilmu yang uda dimiliki, bertanya kalo gak ngerti apalagi sama yang usah ngerasa besar kepala, ngerasa di atas angin, alias uda ngerasa pinter jadi gak perlu belajar lagi. Haloooo??? Uda pinter ya...???? Trus ajarin kita-kita dunk....=)

Saya gerah sama diri sendiri yang masih koar-koar di blog dan belum banyak berbuat untuk menyebarluaskan wacana ini. Paling sama teman-teman terdekat dan murid tahsin yang dirasa bisa diajak berdiskusi tentang ini. Bisa open mind. Gak kayak katak dalam tempurung. Ups, sowri, gak bermaksud menyinggung sapapun.

Finally, i pray:
'Ya Allah, ampuni kealpaan kami dalam mempelajari ilmu kitab suci-Mu. Dan tolong sampaikan pada Baginda Nabi Muhammad Salallahu alaihi Wasallam, seorang yang Kau jadikan perantara untuk menyampaikan Qur'an pada hamba-Mu...Baginda Rasul, mohon maaf jika sekiranya interaksi kami dengan mukjizatmu itu tidaklah sesuai seperti yang kau ajarkan pada shahabat, tidak seperti yang kau harapkan. Maafkan kami...'


Sabtu, Maret 14, 2009

Hey Mahasiswa, Jangan Sibuk Pacaran Aja!



Ide tulisan ini tercetus setelah program Ormas Berbicara yang saya pandu tadi sore. Jam tayangnya memang tiap Sabtu pukul 15.30-16.30 WIB. Menghadirkan tamu dari kalangan ormas yang ada di Pontianak bahkan mungkin tingkat nasional. Dan tadi yang menjadi narasumber saya adalah saudara seperjuangan saya di Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Kalbar, akh Hadidi. Beliau adalah staf Dept. Kebijakan Publik.

Sebelumnya saya kira saya akan segera melanjutkan pekerjaan saya yang lainnya di luar studio kalau saja ia benar-benar tak datang. Nyatanya saat saya hendak lanjutkan pekerjaan di meja pribadi, ia datang dengan gaya khas mahasiswa: ngaret? (Halah, gak mahasiswa juga ngaret toh, dosen misalnya, ohya pejabat juga begitu. Betul kan?)

Jadi kami pun masuklah ke studio. Asyik juga temanya: AWAS POLITISI BUSUK! Nyambung banget dengan KAMMI. Kok gitu? Ya iyalah, wong saya pentolan KAMMI abis makanya saya bisa ngomong gitu. Dan saya pun tenggelam dalam talkshow sangat dinamis dan gue banget itu. Trus apa hubungannya dengan judul di atas: HEY MAHASISWA, JANGAN SIBUK PACARAN AJA!

Sok, dilanjut.....

SIngkat dikata, waktu siaran habis, teng setengah lima sore kami telah ada di luar studio. Sambil berbincang ringan seputar aktivitas KAMMI sekarang, saya dan akh Hadidi berjalan menyusuri koridor. Saya menuju ruangan saya, akh Hadidi menuju tangga untuk meninggalkan radio.

Saya tanya padanya,"Kalo temen-temen gerakan lain maen di isu yang mana, Di?"
Belum sempat dia jawab saya sudah tanya lagi,"Eh iya, organisasi mahasiswa Islam di Kalbar apa aja ya? ***...terus...apa ya?"

Dan dia sebutkan beberapa nama: (gak usa saya tulis deh, pokoknya berlambang bintang semua, maksudnya apa? Baca aja ampe abis)

Saya menimpali jawaban akh Hadidi itu: "Iya ya banyak juga. Tapi bukannya gak mau ngundang mereka, Di. Kebanyakan aktivis mereka pada sibuk pacaran sih."

Tamu sekaligus adik seperjuangan saya itu tertawa simpul. Selanjutnya dia mohon pamit.

Sebelumnya sorry morry stoberry buat temen-temen yang mungkin tersinggung dengan pernyataan saya. Tulisan saya ini tidak bermaksud membuat keruh hubungan di antara KAMMI dan organisasi mahasiswa manapun. Asli, gak ada niat begitu. Tapi sah-sah aja toh kalo saya beropini tentang kalian, juga pada mahasiswa pada umumnya.

Jenis mahasiswa itu ada banyak dan terkait aktivitas mahasiswa yang biasanya cuma 2:

1. Mahasiswa kupu-kupu: kuliah-pulang, kuliah-pulang
2. Mahasiswa kuleb: kuliah ngeleb (alias ngetem di laboratorium gitcuh)
3. Mahasiswa kunang-kunang: kuliah-naungkrong (hihi, maksa ya...!)
4. Mahasiswa kura-kura: kuliah kerja-kuliah kerja
5. Mahasiswa kursi: kuliah organisasi
6. Mahasiswa kuncar: kuliah pacaran

De el el...di antara keenam kategori mahasiswa di atas saya sah-sah aja, asal gak yang terakhir deh...Plissss, ngurusin orang lain yang belum jadi apa-apanya kita gitu lo??? Cuape deh. Ada manfaatnya koq! Iya, somebody says it. Tapi, banyakan capenya. Pikiran, uang, tenaga, energi, waktu banyak terkuras untuk sesuatu yang belom saatnya kita keluarin. Mending ngurus orang lebih banyak lagi, yang lebih butuh perhatian daripada merhatiin seorang yang gak gentle untuk ambil langkah berani: menikahi.

Lha lha...saya koq jadi emosional gini?
Gak juga kali ya, saya cuma pengen ngingetin aja buat temen-temen mahasiswa yang sibuk kuliah-pacaran, itu-itu aja. SIBUK PACARAN? Harusnya gak gitu lah. Mumpung jadi mahasiswa, banyak-banyak deh buat something useful untuk masyarakat sekitar kita. Kita kan agent of change toh. Agen Perubahan. Masyarakat menaruh harapan pada mahasiswa, jadi berikan yang terbaik saat kamu ada di status terhormat itu: MAHASISWA.

So, man, stop deh pacarannya, kalo berani nikah, klo belom banyak-banyak berbuat untuk rakyat.


Terpasung Bahagia

Datangnya bagai jeruji besi
berbentuk kokoh persegi 2 x 2 meter
Jatuh menerabas angin sekitar
Memangkas kilat sang waktu
Dan aku:

Terkurung
Pesona cinta

Terpasung
Bahagia



Salam untukmu wahai kupu-kupu emas
Doa bunga putih sentiasa menyertai


Sabtu, Februari 21, 2009

kupu-kupu dan bunga



Kupu-kupu berwarna emas
dan bunga putih

dalam sebuah kesengajaan yang
tidak diduga
bersama punggawa penjaga
mengeja baris kehidupan
rahasia yang tak bisa ditutup

Dan bagian kehidupan itu bernama
kemudahan
Tiap pintu terbuka dengan mudahnya
mengantarkan kupu-kupu emas dan
bunga putih di satu masa
dimana prasasti akan ditoreh
: akan ditoreh

Wahai kupu-kupu yang emas itu,
apakabarmu di sana?
Sang bunga putih mengirim pesan
dalam tulisan tak bertinta
dalam harap tak berucap
dalam doa lirih yang tulus

Sekiranya adalah takdir
selamanya
Maka Tuhan dimohonkan tuk ilhamkan
prasangka baik akan semua
Bahwa Tuhan tak pernah berlepas tangan
dari semua
Termasuk kemarin, hari-hari ini, dan esok yang dilalui dengan gundah gelisah.




Rabu, Februari 18, 2009

S.U.D.A.H.L.A.H.

Teman-teman,
saudara-saudariku,
yang amat kuhormati,

kukabarkan:
SUDAHLAH.


Just wait for the show time.
I dont wanna talk bout that, anymore.
At least, for this time.

If you all would,
just pray everythings be alrite.
Just pray, not talk it.

Thanks.

Sabtu, Februari 14, 2009

saya melihat diri saya ada pada dia



Ini cerita beberapa hari lalu,
saat saya tengah mengerjakan aktivitas rutin di meja kantor.

Dia datang dengan tas punggungnya berwarna hitam, agak lusuh. Dia berdiri di depan pintu ruangan kantor dimana saya adalah salah satu dari yang bekerja di sana. Tubuhnya kurus dan wajahnya menyiratkan kebingungan yang amat sangat. Salam itupun terucap dari lisannya.

Dia: "Assalamu'alaikum"
Saya: "Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh"


Diam.
Saya jadi bingung. Sama halnya dengannya yang telah bingung dari tadi.
Saya bingung mengapa ada orang sebingung ini berada di kantor sebuah radio.
Apakah dia mencari seseorang?



Saya pikir dia terlambat untuk menghadiri pertemuan 2 tamu sebelumnya yang datang untuk bertemu dengan seorang teman di kantor. Jadi, saya menunggu reaksinya saat ia melirik ruangan sebelah dimana tamu yang lain telah duduk manis di sana sambil berbincang seputar program acara. Ternyata tidak. Dia kembali melihat saya dengan raut yang cukup aneh.

Saya: "Ya, cari siapa? Ada yang bisa dibantu? Silakan duduk."
Dia: "Eh, iya."


Kami pun duduk dan sementara itu rekan saya satu ruang masih berada di mejanya. Saya yang kebagian jatah menyambut tamu yang unik itu. Dia bingung lagi. Itu sangat tampak dari gesture, bahasa tubuhnya. Saya ulangi pertanyaan saya, mungkin dia sudah lebih tenang.

Saya: " Ada yang bisa dibantu?"
Dia: "Ehm...(masih dengan bahasa tubuh yang gugup)...Bisa masukkan proposal?

Oh, proposal toh. Biasanya yang kami terima adalah proposal kerja sama dari berbagai lembaga yang hendak mempublikasikan kegiatan mereka. Sistem barter. Kami publikasikan kegiatan mereka, dan mereka pasang logo radio di media publikasi mereka.

Dia: "Ehh...ini...(sambil dia keluarkan proposal dari tas hitamnya yang saya tahu tak baru lagi).

Proposal itu tepat berada di depanku. Diserahkannya tepat setelah ia keluarkan dari tas yang ia letakkan di meja tamu. Seperti berat saja tas itu hingga ia letakkan di atas meja. Yang saya tahu jika kita bertemu dengan mitra kerja apalagi yang pertama kali bertemu, maka meletakkan tas di samping tubuh dan tidak di atas meja adalah bahasa tubuh yang berarti penampilan yang meyakinkan. Tak tahulah.

Oh, ternyata. Saya kira dia berasal darimana. Dari lembaga antah berantah yang mana. Menugaskan seorang dia yang sepertinya masih sangat hijau untuk bertemu (calon) mitra kerja. Bahasa tubuh yang tidak dapat membohongi siapapun di hadapannya bahwa dia sangat gugup. Dia seperti belum terbiasa, amat sangat belum terbiasa dengan pekerjaan semacam tadi. Dia belum tahu bagaimana sikap terbaik untuk meyakinkan orang lain di depannya namun dia berusaha untuk bertanggung jawab, melaksanakan tugas yang diembankan dari seniornya di KAMMI.

Ya, dia ternyata adik saya. Mungkin lebih tepatnya saudara sepejuangan di KAMMI. Proposal yang dia bawa adalah proposal Daurah Marhalah I KAMMI Komisariat Untan. Ya, kampus dimana saya dulu bergabung untuk pertama kalinya dengan ormas itu. Banyak kenangan bersama KAMMI. Dan semua seperi berubah sejak saya melihat lambang KAMMI di proposal yang dia pegang itu.

Saya: "Proposal apa? Boleh saya lihat?"

Saya pun membuka surat pengantarnya. Permohonan bantuan dana. Tertulis dengan bold. Lantas secara refleks saya memanggil rekan kerja yang masih sibuk di mejanya, "Teh...ehmmmm..." Kembali tak sampai beberapa detik saya dapat menguasai diri. Buat apa saya panggil rekan saya itu jika saya telah tahu jawabannya.

Saya: "Maaf, biasanya kami melayani proposal permohonan publikasi. Bukan permohonan dana. Jadi, kalau untuk permohonan publikasi insya Allah kami pertimbangkan."

Dia pucat, masih bingung. Tidak banyak bicara namun tubuhnya berkata, dia canggung.
Selepas itu yang ada saya jadi memperhatikan dia. Apa yang saya pikirkan adalah, beginilah saya beberapa tahun lalu. Ketika saya baru bergabung di kepanitiaan, mendapat amanah penyebaran proposal permohonan dana. Masuk ke instansi satu ke kantor lain. Besikap gugup yang kuran lebih sama, canggung yang tidak jauh beda.

Ah, waktu terus berjalan. Saat ia telah pergi dan saya kembali di meja untuk melanjutkan pekerjaan, masih saya ingat bahwa saya pun sama seperti dia, dulu. Sungguh, saya melihat diri saya ada padanya.

Subhanallah ,betapa kita baiknya menghormati proses orang lain menuju lebih baik.
Sebab kita pun dulunya ingin dihormati saat tengah berproses dalam sebuah episode hidup.

Rabu, Februari 11, 2009

Santi, Just Back....


Bumi Khatulistiwa, Medio Februari 2009

Dear Santi,
don't ya remember the first time we meet?
not in real, but u called me, akh cuprit had been introduced us before, yea that was bout AQ.
then we continued to communicate each other, even we: ya, akh cuprit, akh abiyasa n me, liked to kiddin by the chatbox in our own blog...
ya used to called me for AQ bussiness and mailed me, yea that was took place between us then i recommended my friend in Pontianak to be the misterious buyer in AQ.
we used to got chat also in YM, rite?
Subhanallah, we had gotten nice an exciting conversation coz we talked bout man...hihi...right man of course...

Santi, where r ya actually?
We Miss Ya

Eventhough we've never been met in real, but I believe our heart in unity beyond ukhuwah islamiyyah...

"Dan Dia menyatukan hati mereka. Sekiranya kamu (Muhammad) menafkahkan kesemua yang di dalam bumi, tentu kamu tidak akan dapat menyatukan hati mereka; tetapi Allah menyatukan antara mereka; sesungguhnya Dia Perkasa, Bijaksana." (8:63)

San, plz answer our writing...
We really miss ya cof of Allah.
We do love ya coz of Allah.

Sabtu, Februari 07, 2009

AKU MASIH INGIN JADI MANUSIA


Masa lalu yang hitam
Ingin benar kuhapus saja
Buat apa punya masa lalu sehitam itu
Ketika itu terjadi
sesungguhnya aku tahu aku telah melampaui
batas.

Batas kesabaran
Batas keimanan
Batas standar malu
seorang perempuan
seorang insan beragama

Ahh, Tuhan
mengapa Kau biarkan aku terjerembab
jatuh tersungkur ke kubangan perasaan semacam itu
Kenapa tak Kau cegah aku untuk melaluinya
melewatinya dengan kecuekan luar biasa
sekalipun aku tahu,
aku tak dapat menahan kebahagiaan
saat harus kuucapkan kata itu:
ya, aku pun sama.

Ingin aku hapus saja: SEMUA!
Mengapa harus ada?!
Hhaahh!!!
Mengapa harus ada?

Hingga kini aku masih tak ingin mengingat
masa suram bernama penyesalan itu
Aku menyesal telah melaluinya.
Sungguh, aku menyesal.

Hari ini, aku di sini
Menyongsong satu hari yang aku nanti
Untuk kurajut hari demi lain hari
Dengan optimisme tinggi
Bahwa aku tak sendiri
Miliki semua ini:
SEMUA PUNYA MASA LALU

Hitam,
kelabu, coreng, moreng,
gelap, pekat, kesat, maksiat.

Yaah, semua punya masa lalu
Kematangan ataukah kedewasaan,
atau namanya kebijakan,
semua lahir dari pengalaman-pengalaman tak selamanya: PUTIH.
Toh, Tuhan Maha Adil
Ia rela menunggu siapapun hambaNya yang tengah berpaling dariNya
untuk kembali,
kapanpun,
Ia buka pintu taubat.

Dan aku bertaubat, Tuhan
Aku menyesal memiliki masa lalu sekelam itu
Namun aku (mampukan) berterimakasih padaMu
telah menceburkan aku, membiarkan aku
bertudung awan kelabu
arangkan diri sepekat-pekatnya hitam
karena untuk itu aku tiba di detik ini
dengan kepahaman bahwa:
DUNIA TIDAK SELAMANYA PUTIH

Ada khilaf
Ada yang terjatuh
Hatta ia dikenal bertaqwa
Yang Kau tunggu taubatnya
pembersihan dirinya

Dan aku (ingin) tidak menyesal
Sekalipun aku benci episode hitam itu
Sangat benci.
Jika ia seorang manusia,
kutikam ia dengan belati tajam yang telah kuasah
sedemikian rupa.

Maafkan aku, Tuhan.
Mampukan aku berjalan kedepan
dan tidak lagi kuulangi
dan kumengerti bahwa ini alarm
apakah aku seekor keledai atau bukan
jika saja aku terjatuh lagi:
AKU MASIH INGIN JADI MANUSIA.

Selasa, Januari 27, 2009

apa karena aku bahagia ya?


Entah kenapa, beberapa hari ini saya jadi berbeda.
Pertama ditinjau dari segi jadwal makan.
Kalau kemaren-kemaren, meski uda sarapan tetap aja laper di jam 11an.
Sekarang gak gitu, paginya sarapan, siangnya gak laper, kalopun malam gak makan, kayanya gak papa gitu.
Trus, soal fisik yang makin seger aja niy. Asli. Aku bingung koq bisa gitu ya.
Apa karena suplemen nukhbawi yang aku minta (hehe, makasi Mardi...) 2 hari berturut-turut yaitu madu plus habatussauda itu atau karena CERAGEM atau karena aku bahagia lantaran .....

Yang jelas aku masih bingung sampe sekarang.
Kini aku sedang mencoba menghabiskan bekal makan siang yang kubawa dari rumah.
Lumayan variatif menunya: nasi putih, sayur bening brokoli jagung, tongkol goreng dan telor dadar buatan Ayah tercinta (masakan Ayah emang lezat-lezat....). Dan aku berusaha menghabiskannya karena gak sopan kali kalo gak dari awal ngajak makan bareng trus pas pertengahan makan, nasinya gak habis, minta yang laen ngabisin...bener kan? bener dunk!

Jadi aku masih kebingungan karena apa sebabnya.
Kalo aku tau aku bakal jabanin jadi kebiasaan.
Kalo karena suplemen EXER yang Mardi kasi (beliau adalah seorang kru Mujahidin FM yang sangat baik hingga memberikan madunya pada teman-teman radio termasuk aku, ataukah itu termasuk persuasinya untuk mengajak kami masuk EXER? Allohua'lam. Hiks, bukan bermaksud su'udzon padamu, di...)

Ataukah karena CERAGEM yang kucoba di rumah Mak Haji Azizah. Beliau ialah seorang narasumberku untuk Kolom Sajadah Fajar di Majalah Qalam bulan depan. Emang enak sih abis 'dipanasi' pake alat dari Thailand itu. Eh, bener gak ya dari Thailand?

Ataukah karena kebahagiaan yang kurasakan beberapa hari ini lantaran sesuatu yang telah terjadi? Hemm, asli kalo ditanya aku bahagia atas kejadian tersebut. Awalnya deg degan trus nervous trus jadi senyum senyum terus terus jadi kebawa mimpi terussss....bahagia mpe sekarang.

Hemmm, gak tau deh apa sebab perbedaan yang terjadi pada diriku sekarang ini.
Bisakah kalian memberitahuku?

Jumat, Januari 16, 2009

jangan tanam benih apapun


apa yang kau harap dari menanam benih?
tentu hasilnya.

mungkin buah, mungkin bunga, atau lainnya
proses menunggu masa panen itu biasanya indah
bagi siapapun yang menikmati
menyiramnya dengan air,
menggemburkan tanahnya,
memberi pupuk,
melihat-lihat sekadar ingin tahu kondisinya,
mengamati pertumbuhan tanaman itu,
dan lain kisah keindahannya.

tapi apa yang kau inginkan,
jika kau tanam tapi tak hendak kau petik
bunga atau buahnya?
lebih baik tak usah kau tanam,

jangan tanam benih apapun.

Tulisan ini bukanlah apa-apa
namun bisa berarti apa-apa
karena siapapun yang membacanya
bisa mengartikan dengan ragam hal

Ambil saja esensinya.
Dari manapun kau memandangnya.

Minggu, Januari 11, 2009

biarlah pecah di perut asal jangan pecah di mulut


This writing dedicated to this date: sebelas januari.


Ada segenggam asa ada di tanggal itu. Tentang sebuah memori yang harap terwujud jadi nyata. Sekalipun tidak seratus persen mengacu pada memori tersebut. Paling tidak esensinya, tentang episode hidup yang dinantikan tiap insan di atas muka bumi.

Jadi sekalian saja saya menulis soal kekaguman saya pada seorang saudara. Ia seorang ibu lebih dari tiga anak. Tapi bukan itu yang hendak saya tulis di sini. Namun tentang keteguhannya memegang rahasia saudaranya yang lain.

Adalah ia yang memiliki banyak mad'u. Pernah seorang mad'unya menceritakan sebuah permasalahan yang pada kenyataannya sangat pahit. Ingin ia ceritakan paling tidak pada suaminya. Akan tetapi, tidak! Begitu kata hatinya. Biarlah pecah di perut asal jangan pecah di mulut.

Jujur, perkataan sakti itu terus mengiang di telinga saya manakala ada amanah atau lebih lagi aib tentang seorang saudara yang saya pegang. Saya berusaha seperti ummahat itu yang dapat menahan lisannya. Sungguh saya ingin seperti dia yang dapat mengatasi kegatalan lidah untuk bicara.

Dari Abu Hurairah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Barangsiapa melepaskan kesusahan seorang muslim dari kesusahan dunia, Allah akan melepaskan kesusahannya pada hari kiamat; barangsiapa memudahkan seorang yang mendapat kesusahan, Allah akan memudahkan urusannya di dunia dan akhirat; dan barangsiapa menutupi (aib) seorang muslim, Allah akan menutupi (aibnya) di dunia dan Akhirat; dan Allah selalu akan menolong hambanya selama ia menolong saudaranya.” H.R. Muslim.