Sabtu, Februari 21, 2009

kupu-kupu dan bunga



Kupu-kupu berwarna emas
dan bunga putih

dalam sebuah kesengajaan yang
tidak diduga
bersama punggawa penjaga
mengeja baris kehidupan
rahasia yang tak bisa ditutup

Dan bagian kehidupan itu bernama
kemudahan
Tiap pintu terbuka dengan mudahnya
mengantarkan kupu-kupu emas dan
bunga putih di satu masa
dimana prasasti akan ditoreh
: akan ditoreh

Wahai kupu-kupu yang emas itu,
apakabarmu di sana?
Sang bunga putih mengirim pesan
dalam tulisan tak bertinta
dalam harap tak berucap
dalam doa lirih yang tulus

Sekiranya adalah takdir
selamanya
Maka Tuhan dimohonkan tuk ilhamkan
prasangka baik akan semua
Bahwa Tuhan tak pernah berlepas tangan
dari semua
Termasuk kemarin, hari-hari ini, dan esok yang dilalui dengan gundah gelisah.




Rabu, Februari 18, 2009

S.U.D.A.H.L.A.H.

Teman-teman,
saudara-saudariku,
yang amat kuhormati,

kukabarkan:
SUDAHLAH.


Just wait for the show time.
I dont wanna talk bout that, anymore.
At least, for this time.

If you all would,
just pray everythings be alrite.
Just pray, not talk it.

Thanks.

Sabtu, Februari 14, 2009

saya melihat diri saya ada pada dia



Ini cerita beberapa hari lalu,
saat saya tengah mengerjakan aktivitas rutin di meja kantor.

Dia datang dengan tas punggungnya berwarna hitam, agak lusuh. Dia berdiri di depan pintu ruangan kantor dimana saya adalah salah satu dari yang bekerja di sana. Tubuhnya kurus dan wajahnya menyiratkan kebingungan yang amat sangat. Salam itupun terucap dari lisannya.

Dia: "Assalamu'alaikum"
Saya: "Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh"


Diam.
Saya jadi bingung. Sama halnya dengannya yang telah bingung dari tadi.
Saya bingung mengapa ada orang sebingung ini berada di kantor sebuah radio.
Apakah dia mencari seseorang?



Saya pikir dia terlambat untuk menghadiri pertemuan 2 tamu sebelumnya yang datang untuk bertemu dengan seorang teman di kantor. Jadi, saya menunggu reaksinya saat ia melirik ruangan sebelah dimana tamu yang lain telah duduk manis di sana sambil berbincang seputar program acara. Ternyata tidak. Dia kembali melihat saya dengan raut yang cukup aneh.

Saya: "Ya, cari siapa? Ada yang bisa dibantu? Silakan duduk."
Dia: "Eh, iya."


Kami pun duduk dan sementara itu rekan saya satu ruang masih berada di mejanya. Saya yang kebagian jatah menyambut tamu yang unik itu. Dia bingung lagi. Itu sangat tampak dari gesture, bahasa tubuhnya. Saya ulangi pertanyaan saya, mungkin dia sudah lebih tenang.

Saya: " Ada yang bisa dibantu?"
Dia: "Ehm...(masih dengan bahasa tubuh yang gugup)...Bisa masukkan proposal?

Oh, proposal toh. Biasanya yang kami terima adalah proposal kerja sama dari berbagai lembaga yang hendak mempublikasikan kegiatan mereka. Sistem barter. Kami publikasikan kegiatan mereka, dan mereka pasang logo radio di media publikasi mereka.

Dia: "Ehh...ini...(sambil dia keluarkan proposal dari tas hitamnya yang saya tahu tak baru lagi).

Proposal itu tepat berada di depanku. Diserahkannya tepat setelah ia keluarkan dari tas yang ia letakkan di meja tamu. Seperti berat saja tas itu hingga ia letakkan di atas meja. Yang saya tahu jika kita bertemu dengan mitra kerja apalagi yang pertama kali bertemu, maka meletakkan tas di samping tubuh dan tidak di atas meja adalah bahasa tubuh yang berarti penampilan yang meyakinkan. Tak tahulah.

Oh, ternyata. Saya kira dia berasal darimana. Dari lembaga antah berantah yang mana. Menugaskan seorang dia yang sepertinya masih sangat hijau untuk bertemu (calon) mitra kerja. Bahasa tubuh yang tidak dapat membohongi siapapun di hadapannya bahwa dia sangat gugup. Dia seperti belum terbiasa, amat sangat belum terbiasa dengan pekerjaan semacam tadi. Dia belum tahu bagaimana sikap terbaik untuk meyakinkan orang lain di depannya namun dia berusaha untuk bertanggung jawab, melaksanakan tugas yang diembankan dari seniornya di KAMMI.

Ya, dia ternyata adik saya. Mungkin lebih tepatnya saudara sepejuangan di KAMMI. Proposal yang dia bawa adalah proposal Daurah Marhalah I KAMMI Komisariat Untan. Ya, kampus dimana saya dulu bergabung untuk pertama kalinya dengan ormas itu. Banyak kenangan bersama KAMMI. Dan semua seperi berubah sejak saya melihat lambang KAMMI di proposal yang dia pegang itu.

Saya: "Proposal apa? Boleh saya lihat?"

Saya pun membuka surat pengantarnya. Permohonan bantuan dana. Tertulis dengan bold. Lantas secara refleks saya memanggil rekan kerja yang masih sibuk di mejanya, "Teh...ehmmmm..." Kembali tak sampai beberapa detik saya dapat menguasai diri. Buat apa saya panggil rekan saya itu jika saya telah tahu jawabannya.

Saya: "Maaf, biasanya kami melayani proposal permohonan publikasi. Bukan permohonan dana. Jadi, kalau untuk permohonan publikasi insya Allah kami pertimbangkan."

Dia pucat, masih bingung. Tidak banyak bicara namun tubuhnya berkata, dia canggung.
Selepas itu yang ada saya jadi memperhatikan dia. Apa yang saya pikirkan adalah, beginilah saya beberapa tahun lalu. Ketika saya baru bergabung di kepanitiaan, mendapat amanah penyebaran proposal permohonan dana. Masuk ke instansi satu ke kantor lain. Besikap gugup yang kuran lebih sama, canggung yang tidak jauh beda.

Ah, waktu terus berjalan. Saat ia telah pergi dan saya kembali di meja untuk melanjutkan pekerjaan, masih saya ingat bahwa saya pun sama seperti dia, dulu. Sungguh, saya melihat diri saya ada padanya.

Subhanallah ,betapa kita baiknya menghormati proses orang lain menuju lebih baik.
Sebab kita pun dulunya ingin dihormati saat tengah berproses dalam sebuah episode hidup.

Rabu, Februari 11, 2009

Santi, Just Back....


Bumi Khatulistiwa, Medio Februari 2009

Dear Santi,
don't ya remember the first time we meet?
not in real, but u called me, akh cuprit had been introduced us before, yea that was bout AQ.
then we continued to communicate each other, even we: ya, akh cuprit, akh abiyasa n me, liked to kiddin by the chatbox in our own blog...
ya used to called me for AQ bussiness and mailed me, yea that was took place between us then i recommended my friend in Pontianak to be the misterious buyer in AQ.
we used to got chat also in YM, rite?
Subhanallah, we had gotten nice an exciting conversation coz we talked bout man...hihi...right man of course...

Santi, where r ya actually?
We Miss Ya

Eventhough we've never been met in real, but I believe our heart in unity beyond ukhuwah islamiyyah...

"Dan Dia menyatukan hati mereka. Sekiranya kamu (Muhammad) menafkahkan kesemua yang di dalam bumi, tentu kamu tidak akan dapat menyatukan hati mereka; tetapi Allah menyatukan antara mereka; sesungguhnya Dia Perkasa, Bijaksana." (8:63)

San, plz answer our writing...
We really miss ya cof of Allah.
We do love ya coz of Allah.

Sabtu, Februari 07, 2009

AKU MASIH INGIN JADI MANUSIA


Masa lalu yang hitam
Ingin benar kuhapus saja
Buat apa punya masa lalu sehitam itu
Ketika itu terjadi
sesungguhnya aku tahu aku telah melampaui
batas.

Batas kesabaran
Batas keimanan
Batas standar malu
seorang perempuan
seorang insan beragama

Ahh, Tuhan
mengapa Kau biarkan aku terjerembab
jatuh tersungkur ke kubangan perasaan semacam itu
Kenapa tak Kau cegah aku untuk melaluinya
melewatinya dengan kecuekan luar biasa
sekalipun aku tahu,
aku tak dapat menahan kebahagiaan
saat harus kuucapkan kata itu:
ya, aku pun sama.

Ingin aku hapus saja: SEMUA!
Mengapa harus ada?!
Hhaahh!!!
Mengapa harus ada?

Hingga kini aku masih tak ingin mengingat
masa suram bernama penyesalan itu
Aku menyesal telah melaluinya.
Sungguh, aku menyesal.

Hari ini, aku di sini
Menyongsong satu hari yang aku nanti
Untuk kurajut hari demi lain hari
Dengan optimisme tinggi
Bahwa aku tak sendiri
Miliki semua ini:
SEMUA PUNYA MASA LALU

Hitam,
kelabu, coreng, moreng,
gelap, pekat, kesat, maksiat.

Yaah, semua punya masa lalu
Kematangan ataukah kedewasaan,
atau namanya kebijakan,
semua lahir dari pengalaman-pengalaman tak selamanya: PUTIH.
Toh, Tuhan Maha Adil
Ia rela menunggu siapapun hambaNya yang tengah berpaling dariNya
untuk kembali,
kapanpun,
Ia buka pintu taubat.

Dan aku bertaubat, Tuhan
Aku menyesal memiliki masa lalu sekelam itu
Namun aku (mampukan) berterimakasih padaMu
telah menceburkan aku, membiarkan aku
bertudung awan kelabu
arangkan diri sepekat-pekatnya hitam
karena untuk itu aku tiba di detik ini
dengan kepahaman bahwa:
DUNIA TIDAK SELAMANYA PUTIH

Ada khilaf
Ada yang terjatuh
Hatta ia dikenal bertaqwa
Yang Kau tunggu taubatnya
pembersihan dirinya

Dan aku (ingin) tidak menyesal
Sekalipun aku benci episode hitam itu
Sangat benci.
Jika ia seorang manusia,
kutikam ia dengan belati tajam yang telah kuasah
sedemikian rupa.

Maafkan aku, Tuhan.
Mampukan aku berjalan kedepan
dan tidak lagi kuulangi
dan kumengerti bahwa ini alarm
apakah aku seekor keledai atau bukan
jika saja aku terjatuh lagi:
AKU MASIH INGIN JADI MANUSIA.

Selasa, Januari 27, 2009

apa karena aku bahagia ya?


Entah kenapa, beberapa hari ini saya jadi berbeda.
Pertama ditinjau dari segi jadwal makan.
Kalau kemaren-kemaren, meski uda sarapan tetap aja laper di jam 11an.
Sekarang gak gitu, paginya sarapan, siangnya gak laper, kalopun malam gak makan, kayanya gak papa gitu.
Trus, soal fisik yang makin seger aja niy. Asli. Aku bingung koq bisa gitu ya.
Apa karena suplemen nukhbawi yang aku minta (hehe, makasi Mardi...) 2 hari berturut-turut yaitu madu plus habatussauda itu atau karena CERAGEM atau karena aku bahagia lantaran .....

Yang jelas aku masih bingung sampe sekarang.
Kini aku sedang mencoba menghabiskan bekal makan siang yang kubawa dari rumah.
Lumayan variatif menunya: nasi putih, sayur bening brokoli jagung, tongkol goreng dan telor dadar buatan Ayah tercinta (masakan Ayah emang lezat-lezat....). Dan aku berusaha menghabiskannya karena gak sopan kali kalo gak dari awal ngajak makan bareng trus pas pertengahan makan, nasinya gak habis, minta yang laen ngabisin...bener kan? bener dunk!

Jadi aku masih kebingungan karena apa sebabnya.
Kalo aku tau aku bakal jabanin jadi kebiasaan.
Kalo karena suplemen EXER yang Mardi kasi (beliau adalah seorang kru Mujahidin FM yang sangat baik hingga memberikan madunya pada teman-teman radio termasuk aku, ataukah itu termasuk persuasinya untuk mengajak kami masuk EXER? Allohua'lam. Hiks, bukan bermaksud su'udzon padamu, di...)

Ataukah karena CERAGEM yang kucoba di rumah Mak Haji Azizah. Beliau ialah seorang narasumberku untuk Kolom Sajadah Fajar di Majalah Qalam bulan depan. Emang enak sih abis 'dipanasi' pake alat dari Thailand itu. Eh, bener gak ya dari Thailand?

Ataukah karena kebahagiaan yang kurasakan beberapa hari ini lantaran sesuatu yang telah terjadi? Hemm, asli kalo ditanya aku bahagia atas kejadian tersebut. Awalnya deg degan trus nervous trus jadi senyum senyum terus terus jadi kebawa mimpi terussss....bahagia mpe sekarang.

Hemmm, gak tau deh apa sebab perbedaan yang terjadi pada diriku sekarang ini.
Bisakah kalian memberitahuku?

Jumat, Januari 23, 2009

celakalah bagi orang yang sholat


Tulisan ini sebagai jawaban buat 2 blogger temen saya yang ngomen di postingan sebelumnya 'jangan tanam benih apapun'.

Pernah dunk denger kalimat di atas?
Celakah bagi orang yang sholat.
Itu bukan kata saya, melainkan kataNya di kitab suci kita semua: Al-Qur'an.
Tepatnya di surah Al-Maa'uun ayat 4.
Kalau aja kita stop di ayat itu, tentu jadi alasan buat ninggalin sholat, yah secara, Allah nyuruh kita sholat dan itu adalah ibadah yang paling utama, jadi tiang dalam agama Islam tapi koq bisa-bisanya bilang 'celakalah bagi orang yang sholat'???
Koq Allah ga konsisten dalam berfirman?
Kenapa Allah bisa ga teliti dalam menurunkan titah pada makhluk-Nya?

Bisa aja kita ngomong gitu kalo kita males baca lanjutan dari ayat itu.
Banyak dari kita tau kelanjutan ayat itu dalam bahasa Arab:
(4) Fawaylullil mushollin
(5) Alladzina hum an sholatihim saahuun
(6) Alladzina hum yuraauuna
(7) Wayamnauu nal maa'uun.

Tapi tau gak sih kita artinya dalam bahasa ibu kita: Indonesia.
(4) Celakalah bagi orang yang sholat
(5) (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya,
(6) orang-orang yang berbuat ria
(7) dan enggan (menolong dengan) barang berguna.

Back to tulisan saya sebelumnya 'jangan tanam benih apapun'.
Sebelumnya terima kasih buat mardee dan brajadenta yang uda kasi komen lebih tepatnya kritik terkait judulnya yang kayanya terkesan provokatif. Apalagi terkait amal kebajikan buat tabungan akhirat ntar.

Saya nulisnya sebenarnya bukan ke arah sana-sana: akhirat.
Tapi saya tau ini juga bisa ke arah situ-situ: akhirat.
Toh saya mempersilakan semua yang baca buat melihatnya dari berbagai perspektif.
Tapi sekali lagi, bahasa provokasi seperti itu telah ada di Al-Qur'an sejak lebih dari 14 abad silam. Kayanya aja melarang kita untuk berbuat kebaikan, padahal tujuannya supaya pembaca melihat lebih jauh apa maksud sesungguhnya.

Sama seperti cover majalah Sabili terbaru (yang gak saya dapetkan di mbah gugel), judulnya: bunuh saja anak palestina. ya, mikir aja masa majalah radikal selevel Sabili bisa ngomong gitu dengan maksud sepolos itu? Gak mungkin lah. Belum baca aja saya udah tau maksudnya, pasti gak gitu. Itu bahasa provokasi media supaya yang baca covernya jadi tertarik buat baca dan syukur-syukur dibeli. (Yea, media is cool, man!)

Anyway, finally saya gak tau apa tulisan saya ini cukup memuaskan buat 2 blogger temen saya itu: mardee dan brajadenta yang uda komen di postingan sebelumnya. Yang jelas, salah satu inti dari tulisan saya 'jangan tanam benih apapun' adalah jangan lakukan sesuatu kalo gak siap dengan akibat dari perbuatan itu.

Kalo kita ngelakuin sesuatu, kita harus tau apa konsekuensinya, apapun itu. Entah yang akan kita lakukan itu baik atau buruk. Kalau baik, ya siap-siap aja ada yang komen: mendukung atau menolak, mencela, menyemangati dll. Kalau kita bakal ngelakuin yang buruk misalnya ngeliat gambar porno atau iklan di TV yang syur gitu, siap-siap aja tar tuh gambar melintas lagi di pikiran kita trus kita jadi mengangankannya trus kita jadi pingin melakukannya trus jatoh-jatohnya maksiat gitu...ya thats for example ajah.

Okeh, segitu aja tulisan saya kali ini.
Once again buat mardee dan brajadenta: makasi da komen tulisan saya sebelumnya.
So komen lagi dunk karena postingan ini ditulis juga karena komentar kalian.
Buat semua yang baca en buat saya pribadi:
jangan (sok) berani ngelakuin sesuatu kalo takut nerima konsekuensinya.
Berani berbuat, berani tanggung jawab.
Kalau gak, ya gak usah dilakuin: gitu aja koq repot.



Jumat, Januari 16, 2009

jangan tanam benih apapun


apa yang kau harap dari menanam benih?
tentu hasilnya.

mungkin buah, mungkin bunga, atau lainnya
proses menunggu masa panen itu biasanya indah
bagi siapapun yang menikmati
menyiramnya dengan air,
menggemburkan tanahnya,
memberi pupuk,
melihat-lihat sekadar ingin tahu kondisinya,
mengamati pertumbuhan tanaman itu,
dan lain kisah keindahannya.

tapi apa yang kau inginkan,
jika kau tanam tapi tak hendak kau petik
bunga atau buahnya?
lebih baik tak usah kau tanam,

jangan tanam benih apapun.

Tulisan ini bukanlah apa-apa
namun bisa berarti apa-apa
karena siapapun yang membacanya
bisa mengartikan dengan ragam hal

Ambil saja esensinya.
Dari manapun kau memandangnya.

Selasa, Januari 13, 2009

Ayah Itu (1)

Ayah itu
inspirasi tentang kasih sayang
tanpa banyak kata
namun sejatinya kurasakan
dalam tiap gerak geriknya
saat dekat,
saat jauh.

Ayah itu
seorang lelaki
kedua yang kuidola
setelah Baginda Nabi saw.

*bersambung*

Minggu, Januari 11, 2009

biarlah pecah di perut asal jangan pecah di mulut


This writing dedicated to this date: sebelas januari.


Ada segenggam asa ada di tanggal itu. Tentang sebuah memori yang harap terwujud jadi nyata. Sekalipun tidak seratus persen mengacu pada memori tersebut. Paling tidak esensinya, tentang episode hidup yang dinantikan tiap insan di atas muka bumi.

Jadi sekalian saja saya menulis soal kekaguman saya pada seorang saudara. Ia seorang ibu lebih dari tiga anak. Tapi bukan itu yang hendak saya tulis di sini. Namun tentang keteguhannya memegang rahasia saudaranya yang lain.

Adalah ia yang memiliki banyak mad'u. Pernah seorang mad'unya menceritakan sebuah permasalahan yang pada kenyataannya sangat pahit. Ingin ia ceritakan paling tidak pada suaminya. Akan tetapi, tidak! Begitu kata hatinya. Biarlah pecah di perut asal jangan pecah di mulut.

Jujur, perkataan sakti itu terus mengiang di telinga saya manakala ada amanah atau lebih lagi aib tentang seorang saudara yang saya pegang. Saya berusaha seperti ummahat itu yang dapat menahan lisannya. Sungguh saya ingin seperti dia yang dapat mengatasi kegatalan lidah untuk bicara.

Dari Abu Hurairah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Barangsiapa melepaskan kesusahan seorang muslim dari kesusahan dunia, Allah akan melepaskan kesusahannya pada hari kiamat; barangsiapa memudahkan seorang yang mendapat kesusahan, Allah akan memudahkan urusannya di dunia dan akhirat; dan barangsiapa menutupi (aib) seorang muslim, Allah akan menutupi (aibnya) di dunia dan Akhirat; dan Allah selalu akan menolong hambanya selama ia menolong saudaranya.” H.R. Muslim.

Kamis, Januari 08, 2009

Menjaga

Jaga!
Menjaga
Harus dijaga

Menjaga hati
Menjaga mata
Menjaga lisan
Menjaga tatapan
Menjaga nada bicara
Menjaga bahasa tubuh

Menjaga apapun yang tampak
Menjaga semua yang tak kasat mata
Untuk dia
Untuk Dia



Senin, Desember 29, 2008

KEEP FIGHTING, PALESTINE!



“Permisalan orang mukmin dalam mereka saling mencintai, saling mengasihi dan saling menaruh simpati, adalah laksana satu tubuh, yang jika salah satu dari anggota tubuh merasa sakit, seluruh anggota tubuh lainnya turut merasakan dampaknya dengan panas atau tidak bisa tidur.” (HR. Bukhori-Muslim, dari Nu’man bin Basyir, lafadz milik muslim dalam kitab al-Birr 4685)


Gaza – Infopalestina: Menteri Kesehatan Palestina, Basem Naeem menegaskan korban pembantaian terbuka yang dilakukan pasukan penjajah Zionis Israel di Jalur Gaza sejak Sabtu (27/12) telah mencapai lebih dari 300 syuhada dan lebih dari 1000 lainnya terluka, 180 dalam kondisi kritis. Sementara itu puluhan korban lain masih tertimbun di bawah puing rerutuhan.

Terus berjuang, para mujahid Palestina!
Kami tahu kami tak dapat berkorban nyawa segagah kalian,
tapi doa kami kan membahanakan arsy-Nya
untuk satu kemenangan: BEBASNYA PALESTINA!!!


Mujahidin FM's Day



Gak kerasa, radio kesayangan udah bertambah usia.
Met Milad Ke-2 Mujahidin FM.
www.mujahidinfm.com

Jz for giving me many things.
Luv u, my radio




Senin, Desember 22, 2008

Mother's Day

Ibu, ada atau tiada dirimu
kan selalu ada di dalam hatiku.
(lirik Bunda, Melly Goeslaw)



Minggu, Desember 21, 2008

My Day


Thanx Allah Who gimme chance to live til now, collect amunition to akhirat.

Jazakumullah khairan katsiiraa
untuk semua doa yang terkirim via sms ke hp saya,
juga untuk doa yang hanya ia dan mereka tau tanpa disampaikan kepada saya...
Ternyata sebentuk pesan singkat lewat hp mampu membuat saya merasa sangat diperhatikan. Ah, indah sekali makna persaudaraan itu.
Terimakasih Allah, karena mereka ada disisiku karena Kau melembutkan hatinya untukku.


Bunda:
Tiada yang dapat Bunda sampaikan dimilad ini kecuali 1 ucapan. Yaitu selamat milad. Miz u and luv u.
(20 Desember 2008, 11.59pm)

Ade:
Gola Gong berkata:
"Gemetar segala indera, jangan disia-sia,
terlampau banyak kenangan yang terkumpul,
waktu yang ada hanya cukup untuk memperbaiki
segala yang disebut salah,
sampai nanti detik terakhir
sehingga tak ada pengabdian percuma,
karena setiap waktu adalah pengorbanan.

Dan Ade ingin berkata,
selamat milad my sister,
to Mba Nana.
Moga dikarunia usia yang pemuh barokah, senantiasa dilindungi oleh Yang Maha Kuasa,
dan tercapai segala cita.
:-)"Aamiin..!!:-)

(21 Desember 2008, 12.41 am)

Bang Syam:
Met milad, na.
Semoga semakin sholeha, makin sukses dalam menggapai cita-cita nana n yang pasti semua doa dan harapan yang baik dan terbaik buat nana..Jangan lupa makan2nya..Oke ditunggu ya na, hehehe... Kalau ada makan2nya, sms jak ke no abg na, abg siap sedia memenuhi undangan dari nana..

(21 Desember 2008, 1.18 am)

My Rakhmat(my beloved younger brother):
My sister beloved.
Wake ur body up from up sleep.
I wanna say 'thing 2 u

Happy b'day 2 u
Happy b'day 2 u
Happy b'day...
Happy b'day...
Happy b'day...2 u

I hope with ur new old, u will get what do u hope n what do u want.
So u will get ur muslim hoped in ur family later.
And may Allah gives best in ur live.

Don't forget to make our father always to be happy in his everyday...
From. ur brother, dek rakhmat.

(21 Desember 2008, 2.19 am)

Yani Mipa 04:
Kak Nana, met milad ya.
Mudah-mudahan dengan bertambahnya usia kakak, bertambah pula kualitas keimanan kakak, n semoga apa yang kakak cita2kan dikabulkan oleh Allah swt. Aamiin..
Kak Nana, yani kangen...

(21 Desember 2008, 5.08 am)

Fernia 'adik bintang':
Yaa Allah, Yaa Rabb, di hari bahagia ini, kukirimkan doa untuk saudaraku ini, ampuni dosa2nya, beri dia kesehatan, iman yang kokoh, keluarga yang sakinah, rizki yang halal dan berkah dan terimalah amal ibadah serta mudahkan jalannya, tenangkan hatinya dan jernihkan pikirannya. Aamiin Allahumma Aamiin.
Met milad ya sis rain!
Semangat.. (*)

(21 Desember 2008, 7.13 am)

Riza:
Hepy b'day ka..
segudang doa deh wat ka2.
;-) ;-)

(21 Desember 2008, 7.37 am)

Sisi:
Ya Rabb, sumber pemberi cinta kepada semua ciptaNya..
Taburkan kasih sayang pada kakakku yang ultah hari ini.
Bukakan pintu cintaMu kala ia tidak mengingatMu.
Peluklah ia dalam pusaran ridhoMu.
Rentangkanlah ampunanMu sepanjang ia lintasi hamparan jalan hidupnya.
Wujudkan harapannya dan bebaskan ia dari dosa dan kesulitan sebagaimana KAU janjikan sesuai ia besujud memujiMu dan tak pernah berhenti untuk memohon ampunan padaMu.

Allah...
Berikan ia hati yang tidak pernah membenci,
senyum yang tidak pernah memudar,
kata yang tidak menyakiti...

Met ultah ya k'na

(21 Desember 2008, 8.34 am)

Elita:
Jika waktu adalah saksi, maka Q tak tau kapan ia bermula.
Saat perasaan beranjak menjadi cinta dan sayang,
ketika dirimu menjadi saudari Q yang bermakna da;am lingkaran hidup Q.
Q tak perlu tau kapan ia bermula,
entah dari mana ia bercerita, entah sampai kapan,
yang Q tau hanya AQ menyayangimu hingga saat ini.
Berharao tak akan luntur hanya karena batasan ruang dan waktu. Insya Allah.

Met milad ya k Na. ;-)

(21 Desember 2008, 12.19 pm)

Rismadewi:
1 th B+ usiamu
1 th B- w2mu
Brp yg tersisa
Jangan sampai sia2
Selamat hari lahir.

(21 Desember 2008, 3.43 pm)

Dek Wibi:
Met milad, mb. Moga umurnya berkah, diberi kemudahan, cepet punya suami. Amin. Nb. Ditunggu traktirannya.
(21 Desember 2008, 08.01 pm)

Mimi Chatz:
Smoga Allah naungi engkau dengan cahaya keberkahan tak bertepi..dalam usia yang semakin menanjak tangganya. Kau adalah ibu, wanita syurga yang sesaat nantinya menjelma menjadi bidadari bermata jeli memenuhi taman-taman jannah yang mulia. Aamiin
Ur beloved little sister. Mi2.

(21 Desember 2008, 08.03 pm)

Sita:
Kak, met ultah ya, maaf telat ngucapin, baru ingat..he..
(21 Desember 2008, 08.30 pm)



PS: postingan ini dibuat semurni2nya untuk mengabadikan perhatian semua saudara pada usia baru saya yang ke 25 hari ini.